Polisi Limpahkan Tersangka Penganiayaan, Tiga Orang Langsung Ditahan Satu Jadi Tahanan Kota

- Jumat, 10 Februari 2023 | 14:26 WIB
Penyidik Polsek Miomaffo Timur melimpahkan tersangka penganiayan yang menimpa Fransiskus Taeki, ke Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, Jumat, (10/2/2023). (Gusty Amsikan/VN)
Penyidik Polsek Miomaffo Timur melimpahkan tersangka penganiayan yang menimpa Fransiskus Taeki, ke Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, Jumat, (10/2/2023). (Gusty Amsikan/VN)

VICTORY NEWS TTU - Penyidik Polsek Miomaffo Timur akhirnya melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus penganiayan yang menimpa Fransiskus Taeki, ke Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU), Jumat, (10/2/2023).

Pelimpahan tersebut dilakukan setelah berkas perkara kasus itu dinyatakan P21 dan sempat tertunda di Penyidik Polsek Miomaffo Timur.

Baca Juga: Kabar Gembira Bagi Guru ASN Non Sertifikasi, Tunjangan Non Sertifikasi Segera Cair

"Hari ini kami terima pelimpahan tahap dua tersangka dan barang bukti dari penyidik Polsek Miomaffo Timur, setelah dinyatakan P21 beberapa waktu lalu," ujar Kepala Kejaksaan Negeri TTU, Roberth Jimmy Lambila, melalui Kasi Pidum Ahmad Fauzi, Jumat, (10/2/2023).

Tersangka dalam kasus penganiayaan tersebut, yakni Jemianus Kefi, Bonifasius Kolo, Rinto Abi, dan Gifan Sine.

Baca Juga: Bupati Juandi Resmi Putuskan Setiap Sekolah Boleh Rekrut Tenaga Pendidik, Gaji Dibebankan Pada BOS dan Komite

Dari empat tersangka tersebut tiga diantaranya, Jemianus Kefi, Bonifasius Kolo, dan Gifan Sine, langsung ditahan dan akan dititipkan di Rutan Kefamenanu.

Sementara, tersangka Rinto Abi, akan menjalani tahanan kota. Tersangka merupakan seorang pelajar SMA yang sedang duduk di bangku kelas 3.

Baca Juga: Hasil Mediasi Polemik Status Tanah SD dan SMP Oetfo, Ini Poin Yang Disepakati

"Untuk tersangka Rinto Abi, atas pertimbangan dan petunjuk pimpinan, maka statusnya menjadi tahanan kota karena sedang persiapan ujian sekolah. Namun, administrasi penangguhan kita minta hari juga harus segera diselesaikan," tandas Fauzi.

Untuk diketahui, korban Fransiskus Taeki mengalami penganiayaan pada bulan September 2022.

Baca Juga: Kesal Tersangka Penganiayaan Enggan Dilimpahkan Penyidik ke Kejaksaan, Kuasa Hukum Deadline Dua Hari

Saat itu, korban menghadiri acara syukuran komuni dan ketika hendak pulang ke rumah, korban mendapati mobilnya telah dirusak.

Korban lalu kembali ke dalam tenda dan menanyakan siapa yang merusak mobilnya.

Halaman:

Editor: Gusty Amsikan

Tags

Terkini

X