Postur RAPBD TTU 2023, Belanja Pegawai Kian Membengkak, Belanja Modal Makin Lesu

- Jumat, 18 November 2022 | 09:44 WIB
Bupati TTU Juandi David menyerahkan  dua buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) kepada Ketua DPRD TTU, Hendrik Frederikus Bana, untuk dibahas pada sidang perubahan, Sabtu, (24/9/2022).. (Gusty Amsikan/VN)
Bupati TTU Juandi David menyerahkan dua buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) kepada Ketua DPRD TTU, Hendrik Frederikus Bana, untuk dibahas pada sidang perubahan, Sabtu, (24/9/2022).. (Gusty Amsikan/VN)

VICTORY NEWS TTU - Pos belanja pegawai yang direncanakan pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tahun anggaran 2023 mengalami peningkatan yang cukup signifikan atau membengkak.

Belanja pegawai pada tahun anggaran 2023 dialokasikan sebesar Rp 485.854.481.647. Sementara pada tahun anggaran 2022, alokasi anggaran untuk pos belanja pegawai hanya sebesar Rp 409.224.797.564.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD TTU Sebut, Fraksinya Tegas Tolak Penyertaan Modal ke Bank NTT

Dengan demikian, terjadi pembengkakan alokasi dana pada pos belanja pegawai dalam RAPBD tahun 2023 sebesar Rp 76.629.684.083.

Hal itu tertuang dalam pandangan umum sejumlah Fraksi DPRD Kabupaten TTU saat mencermati Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023.

Baca Juga: Target PAD Tahun 2023 Turun, DPRD Pertanyakan Kinerja Pemerintah Kelola Objek Pajak di TTU

Peningkatan belanja pegawai tersebut dinilai tidak selaras dengan komitmen Pemerintah Daerah dalam mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan masyarakat berupa belanja modal.

Pasalnya, dalam RAPBD tahun anggaran 2023, besaran anggaran yang dialokasikan untuk belanja modal atau publik hanya sebesar Rp 103.102.776.499 atau sekitar 9,34 persen dari total belanja daerah.

Baca Juga: Seorang Siswa SMA di TTU Ditemukan Gantung Diri

Halaman:

Editor: Gusty Amsikan

Tags

Terkini

X