Mantan Kades Fatutasu Gagas Proyek Fiktif, Negara Merugi Hampir Mencapai Satu Miliar

- Kamis, 23 Juni 2022 | 13:20 WIB
Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Fernando Oktober. (Gusty Amsikan/VN)
Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Fernando Oktober. (Gusty Amsikan/VN)

VICTORY NEWS TTU - Penyidik Satuan Reskrim Polres Timor Tengah Utara (TTU), menaikkan status perkara dugaan korupsi Dana Desa Fatutasu, Kecamatan Miomaffo Barat, dari penyelidikan ke penyidikan.

Peningkatan status tersebut merujuk pada hasil temuan Inspektorat Daerah Kabupaten TTU, yang merilis kerugian negara yang timbul dari sejumlah item pekerjaan pada tahun 2015-2020, senilai Rp.728 .674.035.

Baca Juga: KPKNL Nilai Barang Rampasan Tipikor di Kejari TTU, Ditaksasi Mencapai Satu Miliar

Dugaan korupsi tersebut dilakukan oleh Mantan Kepala Desa Fatutasu, Bernadus Sasi, dengan cara menggagas proyek fiktif selama lima tahun anggaran berturut-turut.

Penyidik dalam melaksanakan penyelidikan dan penyidikan, menemukan sejumlah kegiatan fiktif pada tahun 2015 hingga 2020, namun anggarannya terserap 100 persen.

Baca Juga: Pelayanan Administrasi Kependudukan di Bali Atas Permintaan IKBB Kepada Pemerintah

"Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan untuk lima tahun anggaran ditemukan sejumlah kegiatan yang fiktif tetapi anggarannya terserap. Sehingga, saat ini sudah kita naikkan status dari penyelidikan ke penyidikan," ungkap Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Fernando Oktober, Kamis, (23/6/2022).

Menurut Fernando, modus yang digunakan oleh sang mantan Kepala Desa tak saja menggagas proyek fiktif, namun dilakukan mark up harga pada sejumlah proyek pembangunan bantuan rumah tidak layak huni.

Baca Juga: Buat Terobosan Baru, Dukcapil TTU Layani E-KTP Bagi Warga Yang Beradu Nasib di Luar NTT

Halaman:

Editor: Gusty Amsikan

Tags

Terkini

Pembangunan SDK Oenali Masuk Anggaran 2023

Jumat, 12 Agustus 2022 | 12:52 WIB
X