Dinilai Hak Asasi Kliennya Terabaikan, Penasehat Hukum Surati Penyidik

- Kamis, 15 September 2022 | 14:11 WIB
Direktur Lakmas NTT, Victor Manbait. (Gusty Amsikan/VN)
Direktur Lakmas NTT, Victor Manbait. (Gusty Amsikan/VN)

VICTORY NEWS TTU - Penasehat hukum dua tersangka judi online, SA dan DMC, menyurati Penyidik Polres Timor Tengah Utara (TTU) dan meminta turunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus judi online.

Pasalnya, Penyidik Polres TTU melakukan penangkapan, penahanan, hingga perpanjangan penahanan terhadap kedua tersangka, namun mengabaikan hak asasi kedua tersangka untuk memperoleh seluruh turunan BAP.

Baca Juga: Tolak Kenaikkan BBM, Aliansi Mahasiswa Menggugat Geruduk DPRD

Padahal, turunan BAP sangat diperlukan oleh tersangka demi pembelaannya sebagaimana yang diatur dalam pasal 27 KUHAP.

"Sampai dengan penyerahan berkas hasil penyidikan oleh Penyidik Polres TTU ke Kejaksaan Negeri TTU, pihak penyidik Polres TTU tidak melaksanakan kewajibannya memberikan turunan BAP dugaan kasus judi online yang disangkakan kepada para tersangka,"jelas Penasehat Hukum Tersangka SA dan DMC, Victor Manbait, Kamis, (15/9/2022) di Kefamenanu.

Baca Juga: Lantik Fransiskus Bait Fay Sebagai Sekda Definitif, Begini Pesan Bupati Juandi

Untuk itu, pihaknya selaku penasehat hukum para tersangka bersurat ke Penyidik Pemeriksa Polres TTU untuk memberikan seluruh turunan BAP dalam penanganan kasus judi online tersebut.

Dalam surat dengan tembusan ke Kapolres TTU, Kasat Reskrim Polres TTU dan Kanit Reskrim TTU itu, penasehat hukum para tersangka menegaskan kepada penyidik pemeriksa agar segera memberikan seluruh turunan BAP kepada para tersangka atau keluarganya, atau kepada penasehat hukumnya.

Baca Juga: NTT Zero Kasus PMK, Pemerintah Diminta Perketat Pintu Masuk

Halaman:

Editor: Gusty Amsikan

Tags

Terkini

X