PGRI TTU Dukung Polisi Usut Tuntas Penganiayaan Guru Oleh Kepsek Oelbeba Cs

- Senin, 13 Juni 2022 | 09:53 WIB
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten TTU, Dominikus Nitsae. (Gusty Amsikan/VN)
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten TTU, Dominikus Nitsae. (Gusty Amsikan/VN)

VICTORY NEWS TTU - Peristiwa penganiayaan terhadap Anselmus Nalle oleh Kepala SD Negeri Oelbeba, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, bersama keluarganya, menyulut reaksi publik.

Aksi penganiayaan oleh Kepala Sekolah Aleksander Nitti bersama enam pelaku lainnya terhadap Anselmus Nalle, yang tak lain merupakan guru di sekolah tersebut, disesalkan publik.

Baca Juga: Tak Ada Upaya Banding, Jaksa Eksekusi Tiga  Terpidana Korupsi Puskesmas Inbate

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), ikut mengutuk tindakkan represif yang dipertontonkan kepala sekolah dan keluarga terhadap korban.

Sebagai kepala sekolah, Aleksander Nitti sepantasnya memberikan perlindungan kepada guru-guru yang dipimpinnya dari ancaman pihak lain.

Baca Juga: Dansatgas Pamtas Kerahkan Prajurit Bersihkan Pasar Tradisional di Perbatasan

Bukan, sebaliknya malah menjadi pelaku tindak kekerasan terhadap guru yang merupakan bawahannya sendiri.

"Kita sesalkan tindakan pemukulan oleh oknum Kepsek dan keluarga terhadap korban. Guru harusnya mendapat perlindungan dari Kepsek jika guru dalam ancaman dari pihak lain, ini malah terbalik guru dipukul oleh kepsek," tandas Ketua PGRI Kabupaten TTU, Dominikus Nitsae, Senin, (13/6/2022).

PGRI Kabupaten TTU mendukung Polres Kabupaten Kupang agar menindak oknum-oknum yang terlibat dalam pengeroyokan terhadap korban.

Halaman:

Editor: Gusty Amsikan

Tags

Terkini

Gelar Demonstrasi, Ini Aspirasi Yang Diusung GMNI

Jumat, 2 September 2022 | 14:47 WIB
X