Jampidum Kejaksaan Agung Setujui Permohonan Restorative Justice Perkara Penganiayaan Oktovianus Vs Adrianus

- Jumat, 11 November 2022 | 11:07 WIB
Kajari TTU gelar  zoom meeting bersama Jam Pidum dalam rangka permohonan Restorative Justice  perkara penganiayaan oleh Oktovianus terhadap Adrianus, Kamis, (10/11/2022). (Dok/Kejari TTU.)
Kajari TTU gelar zoom meeting bersama Jam Pidum dalam rangka permohonan Restorative Justice perkara penganiayaan oleh Oktovianus terhadap Adrianus, Kamis, (10/11/2022). (Dok/Kejari TTU.)


VICTORY NEWS TTU - Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU) menggelar ekspose permohonan Restorative Justice (RJ) atas kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Oktovianus Windo Harun alias Okto terhadap Adrianus Lalian alias Jecky, Kamis (10/11/2022).

Ekspose tersebut dilaksanakan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Roberth Jimmy Lambila, didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Achmad Fauzi, dan Jaksa Fasilitator, Muhamad Mahrus Setia Wijaksana.

Baca Juga: Polemik Upah Buruh Program Tekun Melayani Plus, Begini Penjelasan Dinas PRKPP

Ekspose Permohonan Restorative Justice (RJ) tersebut dilaksanakan secara virtual dan dipimpin oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Doktor Fadil Zumhana, Direktur Orang dan Harta Benda pada Jaksa Agung Muda Pidana Umum, Agnes Triani, para Kasubdit pada Direktorat Orang dan Harta Benda pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, serta Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), Agus Sahat S.T. Lumban Gaol, Asisten Bidang Pidana Umum Kejati NTT, Muhammad Ikhsan, dan para Kasi pada Bidang Tindak Pidana Umum Kejati NTT.

Ekspose tersebut juga dihadiri oleh pelaku saksi korban, tokoh masyarakat Desa Bisafe, penyidik, dan penasihat hukum.

Baca Juga: Siswi SMAN 2 Kefamenanu Terpilih Jadi Peserta Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara Nasional di Palembang

Dalam perkara tersebut, pelaku, Okto, telah disangkakan telah melanggar pasal 351 Ayat (1) KUHP Pidana dengan saksi korban, Jecky.

"Pelaksanaan ekspose Restorative Justice (RJ) sebagai tindak lanjut atas upaya perdamaian pada hari Kamis, 3 November 2022 lalu," ujar Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, Jumat, (11/11/2022) di Kefamenanu.

Baca Juga: Kisah Bhabinkamtibmas Kelurahan Kefa Utara, Berbagi Kasih Bersama Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas

Menurut Roberth, dalam ekspose tersebut, pihaknya telah memaparkan upaya perdamaian dengan melampirkan foto dokumentasi proses upaya perdamaian, kuitansi biaya pengobatan terhadap saksi korban, dan faktor-faktor lainnya yang mendukung ekspose Permohonan Restorative Justice.

Ekspose Permohonan Restorative Justice tersebut telah disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum dengan beberapa catatan.

Baca Juga: Kasus Oktovianus dan Adrianus Berhasil Didamaikan Kejaksaan Melalui Pendekatan Keadilan Restorative Justice

"Catatan yang diberikan adalah kita harus melengkapi proses administrasi permohonan Restorative Justice, melalui Kepala Kejaksaan Tinggi NTT untuk mendapatkan Penetapan Restorative Justice, dalam perkara dimaksud,"pungkasnya.***

Editor: Gusty Amsikan

Tags

Terkini

X