NTT Zero Kasus PMK, Pemerintah Diminta Perketat Pintu Masuk

- Sabtu, 10 September 2022 | 09:30 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI, Edward Tannur, membawa materi dalam  Bimbingan Teknis Peningkatan Pengawasan Penyakit Mulut dan Kuku kepada para kelompok tani di Hotel Viktory II Kefamenanu. (Gusty Amsikan/VN)
Anggota Komisi IV DPR RI, Edward Tannur, membawa materi dalam Bimbingan Teknis Peningkatan Pengawasan Penyakit Mulut dan Kuku kepada para kelompok tani di Hotel Viktory II Kefamenanu. (Gusty Amsikan/VN)

VICTORY NEWS TTU - Masalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menjadi isu nasional. Hingga saat ini, PMK telah menyebar di 24 provinsi di Indonesia.

Untuk Provinsi NTT, hingga saat ini dinyatakan masih bebas PMK dengan zero case dan masuk zona hijau penyebaran PMK.

Baca Juga: Anggota DPR RI Edward Tannur: Sapi Yang Mati Akibat PMK Pemerintah Ganti Rugi 10 Juta Per-ekor

"Kita bersyukur karena NTT bebas PMK dan sampai sekarang masih dalam zona hijau,"ungkap Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, Drh. Yulius Umbu Hunggar, Jumat (9/9/2022) di Kefamenanu.

Menurut Yulius, Pemerintah telah berupaya sedemikian rupa untuk mengawasi pintu-pintu masuk sehingga media pembawa virus PMK seperti hewan ternak, produk-produk olahan, tidak melintas di bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas negara selama satu kali 24 jam.

Baca Juga: Polres TTU Bagi Sembako Kepada Para Sopir Terdampak Akibat Kenaikan BBM

Hal tersebut memerlukan peran dan dukungan dari seluruh komponen masyarakat terutama dukungan politik dari DPR.

"Selain tindakan represif di pintu-pintu masuk wilayah NTT, kita juga gelar bimbingan teknis untuk memberikan pemahaman dan pencerahan tentang PMK dan menegaskan bahwa walaupun kita bebas tapi kita tetap waspada,"jelasnya.

Baca Juga: Jaringan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak: Tidak Ada Ruang Restoratif Justice Untuk Sepriyanto Ayup

Halaman:

Editor: Gusty Amsikan

Tags

Terkini

X