Lakmas NTT Sebut, Pengadaan Alkes 2015 Dikorupsi Secara Paripurna

- Jumat, 27 Mei 2022 | 09:50 WIB
Tiga tersangka korupsi dana pengadaan Alkes RSUD Kefamenanu 2015, digiring masuk mobil tahanan, Selasa, (24/5/2022). (Gusty Amsikan/VN)
Tiga tersangka korupsi dana pengadaan Alkes RSUD Kefamenanu 2015, digiring masuk mobil tahanan, Selasa, (24/5/2022). (Gusty Amsikan/VN)

VICTORY NEWS TTU - Kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merupakan salah satu kasus korupsi yang paripurna.

Pasalnya, seluruh komponen terkait memiliki andil yang signifikan dalam praktik korupsi berjamaah itu.

Baca Juga: Penyelam Yang Berhasil Temukan Jasad Florista di Cekdam Oelnik, Warga TTS

Hal tersebut tergambar dengan jelas dalam proses perencanaan yang dilakukan tanpa ada survei harga.

Penetapan harga barang dilakukan berdasarkan perkiraan sendiri oleh bidang yang menangani pada RSUD Kefemenanu.

Selain itu, Unit Layanan Pengadaan (ULP) pun disuap dalam proses pelelangan, sebagaimana kesaksian terdakwa Onky J. Manafe dalam persidangan yang menyebut dirinya memberikan suap Rp 125.000.000 kepada panitia ULP.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Program PKP, Rekening Giro Bakal Jadi Kesimpulan

Tak hanya itu, serentetan pelanggaran lainnya seperti tidak dilakukannya pakta integritas oleh peserta lelang dan PPK, proses penyerahan barang yang belum selesai dilakukan, panitia penerima barang yang tidak bersertifikasi, serta pengadaan fiktif alkes, menunjukan dengan telanjang barbarnya korupsi yang terjadi.

"Kita mengapresiasi Kajari TTU yang dalam masa kepemimpinannya dalam satu tahun ini mau dan mampu mengungkap kasus korupsi ini,"ungkap Direktur Lakmas Cendana Wangi NTT, Victor Manbait, Jumat (27/5/2022).

Baca Juga: Tak Kooperatif, Kejari TTU Bakal Terbitkan DPO Terhadap Tiga Saksi Kunci Korupsi Alkes

Halaman:

Editor: Gusty Amsikan

Tags

Terkini

Plt BKDPSDM Arkadius Atitus Diperiksa Jaksa

Jumat, 16 September 2022 | 13:47 WIB
X