Tak Kooperatif, Kejari TTU Bakal Terbitkan DPO Terhadap Tiga Saksi Kunci Korupsi Alkes

- Rabu, 25 Mei 2022 | 13:54 WIB
Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, Roberth Jimmy Lambila. (Gusty Amsikan/VN)
Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, Roberth Jimmy Lambila. (Gusty Amsikan/VN)

VICTORY NEWS TTU - Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU), mengancam akan melakukan upaya pemanggilan paksa terhadap tiga saksi kunci dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) RSUD Kefamenanu tahun anggaran 2015.

Ketiga terduga pelaku memiliki peran penting sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Alkes RSUD Kefamenanu 2015.

Baca Juga: Diduga Terlibat Korupsi Alkes 2,7 Miliar Mantan Direktur RSUD Cs di Tahan Jaksa

Ketiganya merupakan warga luar NTT yakni, dua orang berasal dari Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, berinisial INI dan IIR dan satu orang lainnya berinisial AI berasal dari Jakarta.

AI merupakan salah satu direktur perusahaan sekaligus pihak penyedia jasa atau perusahaan penyedia alkes.

Tiga tersangka lainnya saat hendak digiring ke mobil tahanan. (Gusty Amsikan/VN)

Sementara INI dan IIR juga merupakan bagian dari perusahaan yang terlibat dalam proses pengadaan Alkes.

"Sudah dua kali dilakukan pemanggilan tapi tidak diindahkan. Kita akan panggil lagi dan jika tidak kooperatif, maka akan dilakukan upaya paksa atau menghadirkan dengan cara paksa," tegas Kepala Kejaksaan Negeri TTU, Roberth Jimmy Lambila, Rabu (25/5/2022).

Baca Juga: Jaksa Jadwalkan Pemeriksaan Terhadap Perencana Tujuh Paket Pengaman Tebing BPBD

Halaman:

Editor: Gusty Amsikan

Tags

Terkini

X