Diduga Terlibat Korupsi Alkes 2,7 Miliar Mantan Direktur RSUD Cs di Tahan Jaksa

- Selasa, 24 Mei 2022 | 21:06 WIB
Tersangka IWN saat dievakuasi ke RSUD Kefamenanu untuk diperiksa kesehatannya karena diketahui jatuh setelah ditetapkan sebagai tersangka. (Gusty Amsikan/VN)
Tersangka IWN saat dievakuasi ke RSUD Kefamenanu untuk diperiksa kesehatannya karena diketahui jatuh setelah ditetapkan sebagai tersangka. (Gusty Amsikan/VN)

VICTORY NEWS TTU - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, periode 2014-2015, dr. I Wayan Niarta, ditahan penyidik Kejaksaan Negeri TTU, Selasa (24/5/2022), malam.

Langkah penahanan tersebut dilakukan lantaran dr. Wayan diduga terlibat dalam praktik dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes), tahun anggaran 2015 di RSUD, Kefamenanu.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, terungkap adanya dugaan korupsi pada paket pengadaan Alkes ICU RSUD, pengadaan Alkes Ponek Khusus Maternal, dan pengadaan Alkes Ponek Khusus Noenatal, pada RSUD Kefamenanu Tahun Anggaran 2015.

Baca Juga: Kejaksaan Segera Panggil Mantan Kades Letneo

Dalam kasus tersebut, berdasarkan hasil perhitungan BPK, ketiga paket proyek pengadaan Alkes tersebut merugikan keuangan negara mencapai Rp2,7 miliar.

Selain dr. Wayan, Penyidik Kejari TTU juga menahan 3 tersangka lainnya dari unsur rekanan pelaksana PT. Mahira Anugerah Abadi, rekanan PT. Kitaya Citra Mandiri, rekanan pelaksana PT. Maju Rahayu.

Informasi yang dihimpun di lapangan, dr. Wayan, saat ini sedang diperiksa di RSUD Kefamenanu untuk memastikan kondisi kesehatannya. Pasalnya, yang bersangkutan jatuh sakit saat hendak menjalani penahanan.

Baca Juga: Datangi Kejaksaan, Warga Minta Segera Ungkap Dugaan Korupsi Dana Desa Letneo

Sementara tersangka lainnya ditahan di Rutan Kefamenanu, setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan hampir 11 jam.

Halaman:

Editor: Gusty Amsikan

Tags

Terkini

X