Pupuk Cair Dari Limbah Jadi Alternatif Menjawab Kebutuhan Pupuk Organik

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:27 WIB
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Kota, Veronika S. J. Talan, mengalungkan kain tenun kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat mengunjungi kebun holtikultura di Kelurahan Benpasi. (Gusty Amsikan/VN)
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Kota, Veronika S. J. Talan, mengalungkan kain tenun kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat mengunjungi kebun holtikultura di Kelurahan Benpasi. (Gusty Amsikan/VN)

VICTORY NEWS TTU - Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kota Kefamenanu akan menggandeng para petani yang tergabung dalam 105 kelompok tani untuk membuat pupuk cair dari limbah sisa olahan tahu-tempe.

Upaya pembuatan pupuk cair dari limbah tersebut dilakukan untuk menjawab masalah ketersediaan pupuk di wilayah tersebut.

Baca Juga: Manfaat Bendungan Rotiklot Mulai Dirasakan Petani, Gubernur VBL Berterikasih Kepada Presiden Jokowi

"Kita akan lebih fokus pada pembuatan pupuk organik cair bersama petani, khususnya yang berada di wilayah Kota Kefamenanu"ungkap Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Kota, Veronika S. J. Talan, Selasa, (9/8/2022) di Kefamenanu.

Menurut Veronika, kebutuhan pupuk organik cair saat ini terbilang cukup tinggi.

Baca Juga: Gubernur VBL: Hentikan Bantuan PKH Bagi Orang Miskin Yang Malas Kerja

Namun, untuk mengolah limbah menjadi pupuk cair, pihaknya masih mengalami kendala terkait ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.

Sarana dan prasarana tersebut di antaranya drum plastik serta kultivator untuk membuat bedengan yang baik.

Baca Juga: Sukses Budidaya Holtikultura, Kelompok Tani di Kecamatan Kota Kefamenanu Disuport Alsintan

Halaman:

Editor: Gusty Amsikan

Tags

Terkini

DPRD Gelar Sidang Dua, Pemerintah Ajukan Dua Ranperda

Minggu, 25 September 2022 | 12:51 WIB

Pemkab TTU Kembangkan Lamtoro Teramba Ratusan Hektare

Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:22 WIB
X